Kampung Portugis

Kampung Portugis

Kampung Portugis

Kampung Portugis. Demikian nama kampung yang terletak di jalan Senjuang, Melaka. Tak sengaja kami tersesat ke kampung ini. Kampung di mana para warga Portugis yang datang pada tahun 1511 M itu berdiam di kawasan pinggiran pantai Melaka. Rumah mereka ada yang sudah dipugar ada yang masih dipertahankan seperti zaman mereka datang pertama kali. Warga yang kebetulan sempat berbincang dengan saya sudah mirip warga asli malaysia. Mungkin karena sudah ratusan tahun di malaka menjadikan mereka mengalami perubahan yang signifikan. Baik itu dari warna kulit, bahasa dan adat istiadat. Meski mereka pun terus rindu kepada kampung halaman mereka di Portugis sana. Tetapi, sebut saja, Elena belum pernah terbang ke kampung nenek moyangnya di Portugis.

Rumah orang Portugis yang dijadikan kafe

Rumah orang Portugis yang dijadikan kafe

Perkampungan ini jangan terus dibayangkan seperti kampung-kampung di Indonesia ya. Perkampungan dengan jalan rusak, kanan kiri hutan, sawah, sungai dsb. Bukan.

Perkampungan ini berada tak jauh dari bibir pantai di sudut kota Melaka. Tidak banyak rumah warga eks Portugis ini. Mungkin kira-kira 40 rumah saja. Tetapi kampung ini tetap dipelihara ada dan menjadi cagar budaya setempat.

Di tepi pantai berjejer bangku-bangku plastik tempat makan yang disediakan restoran atau medan selera yang dikelola warga. Saya sempat ditawari makan oleh pemilik restoran. Mereka bilang semua makanan mereka halal. Sayangnya saya sedang tidak ingin makan. Jadi dengan halus, tawarannya saya tolak πŸ™‚

DSC_3747

Tidak banyak yang bisa saya tuliskan di sini karena saat saya coba menjelajah kampung ini banyak anjing berkeliaran. Bahkan di salah satu rumah warga, ada empat ekor anjing di depan halamannya yang sedang tidur-tiduran. Bikin sport jantung hahaha Memang kebanyakan dari mereka adalah beragama nasrani. Saat ini mereka sedang siap-siap merayakan hari natal dan menghias rumah mereka dengan pohon natal dan segala pernak-perniknya.

Di sebelah kiri pantai, ada sebuah bangunan. Dulunya bangunan itu sebuah hotel. Hotel Lisbon namanya. Setelah bertahun lamanya dan tidak banyak pengunjung, hotel itu dialihfungsikan menjadi colege.

Ada meriam di tiga sudut halaman hotel yang menghadap ke laut ini. Setelah dicrosscheck ternyata, meriam itu meriam sekadar hiasan saja. Bukan meriam asli. Tertipu dah saya hihihi sudah gembira menemukan situs bersejarah, ternyata meriam KW πŸ˜€

DSC_3682

Advertisements

6 thoughts on “Kampung Portugis

    • Iya. Dan mereka bertahan di sana. Disain bangunan di sekitarnya masih bergaya zaman portugis dulu. Seperti hotel lisbon di dekat situ. Tapi, rumah rumah mereka kebanyakan dari kayu. ada juga sih yang sudah dipugar dan dibangun menjadi bangunan rumah modern.Oiya, anak-anak mereka juga masih seperti orang asli portugis. Kulitnya putih, rambutnya ikal keriwil gitu, lucu πŸ™‚

      btw, mak rahmi makasih dah mampir mak πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s